
Media Belajar & Bermain Interaktif di Preschool
Banyaknya ibu pekerja membuat usaha daycare atau sarana pengasuhan anak dalam kelompok kian dibutuhkan. Sebab, tidak semua ibu dapat mempercayakan buah hati mereka pada pengasuh/baby sitter tunggal di rumah. Banyak lembaga pengasuhan kelompok atau preschool yang tidak hanya fokus dalam pengasuhan dan penjagaan balita dan anak-anak, namun juga mengisi kegiatannya dengan pendidikan karakter yang mendukung tumbuh kembang anak. Salah satunya Lihai Islamic Preschool di Kota Bandung. Mereka memberikan atmosfer pembelajaran sambil bermain bagi anak-anak. Bahkan, sudah menerapkan kurikulum HALIMAH, yaitu Haunan, Akhlak Building, Lifelong Learner, Integrative and Holistic, Modelling Sirah, Agricultural Education, Home and School Integration

RENTANG waktu pengasuhan yang lama antara pukul 08.0017.00 sangat menentukan tumbuh kembang anak. Namun, rentang usia anak yang bervariasi (2,5-6 tahun) membuat lembaga pengasuhan ini membutuhkan media pembelajaran dan permainan yang memiliki variasi dalam elemen grafis. Ini menjadi alasan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (abdimas) Tim Dosen Prodi Desain Komunikasi Visual Telkom University Jakarta (TUJ) yang dipimpin Rizka Rachmawati, S.Ds., M.B.A. Melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) DRTPM, tim melaksanakan abdimas pada 18 Juli 2024 dengan membuat produk edukasi yang dapat merangsang aspek kognitif anak. Media permainan berupa tactile panel (papan edukasi dari kayu atau bahan lain yang tahan lama). Tactile panel perangkat atau papan berisi berbagai elemen interaktif yang dirancang untuk merangsang kreativitas, imajinasi dan keterampilan berpikir kognitif serta kemampuan motorik halus anak-anak. Proses pembuatan tactile panel pada papan serta elemen-elemen grafis media permainannya sangat mengutamakan aspek keamanan bagi anak-anak yang menggunakannya.

Mulai pemilihan bahan dan media permainan yang dirancang, bobot kayu hingga bentuk board yang dibuat round agar tidak tajam. Pelaksanaan abdimas menggunakan metode design thinking yang meliputi lima tahap, yaitu empathise, define, ideate, prototype, dan test. Tim juga melakukan pendampingan dan evaluasi pada produk yang dihasilkan setelah digunakan di Preschool. Hasil kegiatan dan evaluasi yang dilakukan bulan Juli – Agustus menunjukkan, produk yang dibuat berupa tactile panel (busy board) dan interactive book (busy book) dapat meningkatkan keterlibatan anak-anak dalam pembelajaran dan menjadi solusi tepat dalam mengakomodasi kebutuhan permainan edukatif di Lihai Islamic Preschool.

Busy board yang dibuat terdiri atas permainan suara dari alat musik, warna, spinner, tali, kunci, kain berbagai tekstur, cermin, tombol, dan berbagai elemen yang menarik atensi anak-anak. Melalui keberagaman media permainan dan pembelajaran di busy board, anak tidak akan cepat bosan. Sementara busy book berisi cerita “Ali & Lili” yang dibuat untuk mengembangkan aspek keterampilan anak melalui kegiatan yang melibatkan sentuhan, visual, dan interaksi langsung, sehingga anak memahami karakter, latar waktu dan tempat serta situasi dalam cerita. Kegiatan abdimas ini sudah menghasilkan luaran berupa publikasi ilmiah, video kegiatan hingga produk fisik berupa dan busy book yang digunakan di Lihai Islamic Preschool dalam kegiatan pengasuhan dan pembelajaran sehari-hari. Disarikan dari laporan kegiatan abdimas bertajuk “Interactive Tactile Panel : Penerapan dan Pendampingan Penggunaan Elemen Grafis Interaksional sebagai Peningkatan Kualitas Cognitive Playthins di Preschool” Lihai Islamic Preschool Bandung oleh Rizka Rachmawati, S.Ds., M.B.A., dan tim.