
Prof. Ir. Ari Moesriami Barmawi, M.Sc., Ph.D. : Lindungi Informasi dengan Penyembunyian Data
PADA era digital, keamanan data menjadi hal yang sangat penting agar terhindar dari kejahatan cyber. Pencurian data dan penyusupan data pribadi hingga penyalahgunaan datadata pribadi seseorang dapat mengakibatkan kerugian material maupun non material. Maka, salah satu cara paling ampuh adalah menyembunyikan data.
ADA dua cara menyembunyikan data, yakni dengan Kriptografi dan Steganografi. Terkait hal itu, Fakultas Informatika Telkom University (FIF Tel-U) memiliki Guru Besar dalam Bidang Cyber Security – Steganography, yaitu Prof. Ir. Ari Moesriami Barmawi, M.Sc., Ph.D. Pada pengukuhannya sebagai Guru Besar, Ari memaparkan “Penyembunyian 28 Informasi Berbasis Teks untuk Mengamankan dan Melindungi Data Tanpa Kecurigaan”.
“Keamanan data adalah sebuah seni untuk melawan perilaku penyerang yang kreatif, sehingga seni keamanan memerlukan kreativitas seni yang tinggi,” ungkapnya. Biasanya Steganografi digunakan untuk menyembunyikan informasi rahasia di dalam file atau pesan biasa yang tidak bersifat rahasia, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Steganografi dapat digunakan dalam pesan teks, suara, gambar maupun video. Menurut Ari, data atau informasi sangat penting bagi organisasi atau individu. Ada dua jenis ancaman selama pertukaran informasi. Pertama, pengguna yang tidak disengaja mungkin mencoba mendengar percakapan, sehingga dapat merusak informasi untuk mengubah makna aslinya. Kedua, pengguna mencoba mendengarkan pesan dengan maksud memecahkan kodenya dan menggunakannya untuk keuntungan tersendiri. Maka, penyembunyian data menjadi langkah untuk melindungi informasi, karena tidak ada media yang betul-betul aman untuk mengirimkan informasi. Ada beberapa alasan penyembunyian data.
Di antaranya data bersifat pribadi, data bersifat sensitif, data bersifat rahasia dan mengandung rahasia dagang, untuk menghindari penyalahgunaan data, kemungkinan kerusakan data yang tidak disengaja, kesalahan manusia, dan penghapusan data secara tidak sengaja. “Berdasarkan hasil eksperimen, tingkat kecurigaan dari metode yang diusulkan meningkat cukup signifikan dibanding metode-metode yang diusulkan peneliti lain. Aspek kecurigaan sangat penting untuk Steganografi, karena jika penyerang curiga, maka ia akan tahu bahwa ada pesan rahasia yang sedang dikirim dan kemudian berusaha memecahkannya. Sementara jika tidak ada kecurigaan, maka penyerang tidak akan pernah tahu bahwa sebuah pesan rahasia sedang dikirim, sehingga pesan tidak mengalami penyerangan,” katanya melanjutkan. Bidang riset Ari meliputi Kriptografi, Security Protocols, Pseudo-Random Number Generation, Proof Systems, Information Hiding (Steganography dan Watermarking), Zero Knowledge, serta Blockchain Security. Ari mengajar di Tel-U mulai tahun 2008. Sejak tahun 1991, dia menjadi dosen di Politeknik Negeri Bandung.
Menyelesaikan studi S1 dari Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1984, Ari menyelesaikan studi Masternya dari Bidang Computer Science, Keio University, Jepang, Tahun 1997. Sedangkan untuk studi Doktoralnya, Ari juga menyelesaikan di almamaternya Keio University pada tahun 2001 masih di Bidang Computer Science. Tak hanya di Tel-U, Ari sempat menjadi research fellows di University of Wollongong Australia (2014 dan 2016) dan Oxford University (2017). Dia pun sudah mengelola dana riset yang berasal dari Tel-U maupun lembaga pendanaan riset eksternal seperti Dirjen Dikti. Saat ini, ia aktif dalam Kelompok Keahlian (KK) Intelligent System FIF Tel-U, menghasilkan tiga book capter, serta memiliki Kekayaan Intelektual (KI) berupa tiga Paten dan tiga Hak Cipta. “Guru Besar adalah amanah dengan tugas yang sangat berat. Tantangan lain adalah menyebarkan dan mengimplementasikan keilmuan secara ‘benar’ serta harus menjaga etika agar selalu berdampak positif bagi mahasiswa dan lingkungan,” pungkasnya.
Prof. Ir. Ari Moesriami Barmawi, M.Sc., Ph.D.
Pendidikan:
- S1 Teknik Elektro ITB (1984)
- S2 Computer Science Keio University – Jepang (1997)
- S3 Computer Science Keio University – (2001)
Research Field: Kriptografi, Security Protocols, Pseudo-Random Number Generation, Proof Systems, Information Hiding (Steganography dan Watermarking), Zero knowledge, Blockchain Security
Teaching Field: Security, Research Philosophy, Artificial Intelligence