Curug Muntu untuk Masa Depan Ekowisata Desa!

Curug Muntu untuk Masa Depan Ekowisata Desa!

Bagaimana jika potensi wisata desa bisa berkembang tanpa mengorbankan kelestarian alamnya? Desa Ketenger di Banyumas memiliki potensi besar sebagai kawasan ekowisata, salah satunya melalui Curug Muntu yang menyimpan keindahan alam dan daya tarik wisata air terjun. Namun, potensi ini belum sepenuhnya optimal. Tantangan seperti keterbatasan pengelolaan, aksesibilitas, serta promosi menjadi hambatan dalam pengembangan kawasan wisata yang berkelanjutan.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didukung oleh hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), tim Telkom University yang dipimpin dan dijalankan oleh Riyatno, S.S., M.Hum. bersama tim hadir untuk mendorong transformasi Curug Muntu menjadi destinasi ekowisata yang lebih berdaya.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat—mulai dari edukasi konservasi, pelatihan pembuatan konten digital, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.

Selain itu, penguatan infrastruktur seperti akses jalan, fasilitas pendukung, serta strategi komunikasi digital turut menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik wisata.

Hasilnya, Curug Muntu mulai dikenal lebih luas, dengan peningkatan jumlah pengunjung serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan wisata.

Dan ini baru langkah awal.

Ke depan, pengembangan ekowisata berbasis kolaborasi dan teknologi diharapkan mampu menciptakan desa wisata yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.

Karena membangun wisata bukan hanya tentang destinasi,
tetapi tentang menjaga alam dan memberdayakan masyarakat secara bersama.