Siapkah Masyarakat Bawah Berkompetisi Tanpa Dukungan Pemerintah?

Siapkah Masyarakat Bawah Berkompetisi Tanpa Dukungan Pemerintah?

 

Author		: NIDYA DUDIJA 
Published on	: Temu Ilmiah dan Konfrensi Ikatan Psikologi Sosial (Ikatan Psikologi Sosial, Himpsi. Denpasar - Bali)

 

Abstract

Indonesia sebagai Negara bekembang telah mengalami banyak perubahan baik dalam bidang Industri, pemerintahan, pendidikan, dan juga ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk mengatur sistem tatanan kehidupan masyarakat akan berpengaruh pada perilaku masyrakat. Kondisi masyarakat Indonesia yang heterogen, terdiri dari berbagai macam suku, strata sosial dan ekonomi perlu menjadi perhatian pemerintah dalam membuat kebijakan agar dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat. Kenyataannya kebijakan pemerintah di nilai kurang ???ampuh??? untuk mengatasi dampak perilaku negatif yang ditimbulkan oleh pergeseran nilai budaya yang berpengaruh pada gaya hidup masyarakat Indonesia. Ditariknya subsidi BBM yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang dianggap sangat menyengsarakan bagi masysrakat kelas bawah. Selain itu Tingginya angka kriminalitas, bunuh diri, anak-anak putus sekolah dan meningkatnya jumlah pasien sakit jiwa. Di duga sebagai ketidaksiapan masyarakat berkompetisi dengan perubahan yang terjadi. Kenyataannya, perubahan pasti akan terjadi tanpa harus menunggu kesiapan dari semua orang. Lalu bagaimana dengan masyarakat bawah? MEA AFTA yang sebentar lagi akan terjadi di Indonesia, apakah akan semakin menyengsarakan mereka atau justru mensejahterakan mereka. Siapkah Masyarakat Bawah menghadapi semua Perubahan itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *